You are here: Home Berita BAPPEDA ADAKAN LATIHAN SANITASI

Membangun dari Desa dan Kelurahan

BAPPEDA KAB. ENDE

BAPPEDA ADAKAN LATIHAN SANITASI

E-mail Cetak PDF
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ende mengadakan kegiatan pelatihan tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi tenaga sanitarian se-Kabupaten Ende di Firdaus Training and Development Center, Desa Nanganesa, Selasa (20/11). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari 21 puskesmas di Wilayah Kabupaten Ende yang berjumlah 25 orang, fasilitator pelatihan Piet Djata dan Lely Mali. Panitia Pelaksanaan, M.M. Mberu mengatakan, indicator utama meningkatnya kesehatan masyarakat adalah rendahnya jumlah anggota masyarakat yang menderita berbagai penyakit, dan menurutnya penyakit yang sering muncul dilingkungan masyarakat dan menyerang anak-anak adalah penyakit diare. Banyak masyarakat kita di Kabupaten Ende ini belum memiliki jamban. Data Tahun 2010 menunjukan masyarakat yang paling banyak buang air besar di sembarang tempat adalah masyarakat Pulau Ende. Kami sudah memberikan pembekalan tentang masalah ini di Pulau Ende, dan untuk mengatasi terjadinya penyakit diare, kami buat replikasi melalui kegiatan pelatihan agar para peserta dimasing-masing puskesmas dapat membagi informasi tentang penyakit diare tersebut , katanya. Ketiadaan jamban, kata Mberu disebabkan oleh masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya menggunakan jamban. Masyarakat masih mempratikkan kebiasaan buruk membuang air besar di tempat terbuka seperti sungai, kebun dan pantai dengan alas an lebih praktis, mudah dan ekonomis. Karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Ende berkomitmen mengatasi masalah ini dengan mencanangkan replikasi stop buang air besar sembarangan di Tahun 2015. Fasilitator pelatihan Piet Djata mengatakan pelatihan STBM dapat memberi pemahaman kepada masyarakat atau individu bahwa jamban keluarga merupakan komponen terpenting dalam kehidupan keluarga. Adanya jamban dapat memotong rantai penyebaran penyakit diare dan penyakit lainnya. Kegiatan pelatihan ini dibuat agar masyarakat diberi tempat dan ruang dalam merencanakan, memanfaatkan dan menjaga ketersediaan air bersih, penanganan sampah, bangun jamban dan menggunakannya secara baik untuk melindungi diri dari bahaya penyakit diare kata Sekretaris Camat Ende Tengah itu. Ia berharap proses penyadaran dengan metode pemicuan community lead total sanitation (CLTS) tersebut cocok untuk membangun dan menumbuhkan kesadaran masyarakat demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Ende yang sehat.(adm,florespos)
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 10 Desember 2013 09:30 )  

Tulis Komentar Disini


Security code
Refresh