You are here: Home Berita Uji Coba Biogas di Ende Dinilai Berhasil

Membangun dari Desa dan Kelurahan

BAPPEDA KAB. ENDE

Uji Coba Biogas di Ende Dinilai Berhasil

E-mail Cetak PDF
ENDE, MINGGU - Uji coba biogas sebagai bahan bakar alternatif, khususnya yang dihasilkan dari kotoran ternak dinilai berhasil diterapkan di wilayah Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Dari hasil uji coba di tiga tempat, semuanya berhasil dengan baik. Potensi ternak di Ende besar, begitu pula untuk pakan ternak di sini pun melimpah," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ende Dominikus Minggu Mere, di Ende, Minggu (18/1).

Uji coba biogas di Ende dilakukan tahun lalu (2008) melalui Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI), yang terselenggara kerja sama antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT dengan Bappeda Kabupaten Ende.

Uji coba biogas itu dilakukan di Kampung Boanawa, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan yang memanfaatkan kotoran ternak babi, lalu di Desa Wolomasi, Kecamatan Detusoko dari kotoran ternak sapi, sedangkan di Desa Hobatuwa, Kecamatan Lio Timur memanfaatkan kotoran kambing.

Pemerintah Kabupaten Ende berharap dengan keberhasilan uji coba tersebut masyarakat termotivasi, dan lebih lanjut dapat men gembangkan sendiri guna memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangganya.

Diharapkan pula dengan pemanfaatan biogas setidaknya ketergantungan masyarakat terhadap kayu bakar yang dapat mengancam kelest arian hutan, serta minyak tanah dapat berkurang. Masyarakat Ende yang sebagian besar sebagai petani banyak yang sehari-hari memasak dengan me nggunakan kayu bakar.

Sementara itu secara terpisah, di kebun misi Boanawa milik Serikat Sabda Allah (SVD) yang menjadi tempat uji coba biogas dari kotoran ternak babi hingga kini sudah menikmati hasil dari biogas tersebut. Kebun misi itu memelihara babi sebanyak 40 ekor.

"Dengan biogas memang lebih hemat dalam memasak dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah," kata Albertus DY Woge, pekerja kebun misi Boanawa.

Laporan wartawan Kompas Samuel Oktora

 

Tulis Komentar Disini


Security code
Refresh